new journey about giving :)

IMG_5094

Pendakian Gunung Gede!!

 Cerita lama yang harus di Post­-kan, hehe

Sebenernya kisah perjalanan ke gunung Gede ini sudah lamaaaaa sekali, namun baru sempat membuat alur ceritanya sekarang, hehehe

Jadi, perjalanan ini ditempuh pada tanggal 26 hingga 28 Oktober 2011, Tepat dengan hari sumpah pemuda.

Perjalanan ini disponsori oleh rasa penasaran akan keindahan gunung dan segala isinya. Cerita dari salman al farisi, tukang jalan yang sudah menyantap berpuluh-puluh gunung ini membuat saya ingin sekali berkunjung kesana. Dan akhirnya keinginan saya pun terkabul, Tim Gursapala, komunitas pecinta alam di jurusan berencana untuk melakukan pendakian ke gunung Gede pada saat hari sumpah pemuda, woowwww…inilah kesempatan untuk membuktikan cerita-cerita fantastis dari beberapa teman yang sudah mencicipi pendakian. Saya membayangkan di atas puncak gunung gede, di tengah-tengah kabut menawan, kami berteriak mengucapkan ikrar sumpah pemuda. Woowww… kereeen sekali🙂

Seminggu sebelum keberangkatan, saya latihan fisik dulu. Lari pagi keliling kampus dan gymnasium kampus.

 

Teng….teng….teng… hari keberangkatan pun tiba

Sewa angkot  pukul 22.00 WIB dari kampus menuju cipanas, kemudian dilanjutkan dengan naik bus menuju tempat pendakian.

 Tepat pukul 02.00 WIB Petualangan pun dimulaai. Dan ternyata oh ternyata, sesaat sebelum naek saya mendapat “kado” bulanan yang setiap akhir bulan berkunjung. Lucky-nya saya sudah mempersiapkan beberapa “roti tak berselai”,  semoga perjalanan tidak apa-apa karena pada saat masa-masa seperti itu perasaan saya semakin sensitif dan kadang-kadang emosi tak tertahankan, apalagi hari pertama. Buat para wanita pasti bisa merasakan apa yang saya rasakan saat itu😦

Karena ini pertama kali saya naek-naek ke puncak gunung plus membawa kado bulanan, alhasil baru naek beberapa meter perut pun berkontraksi dan mual-mual. Teman-teman satu rombongan yang saat itu berjumlah 12 orang dengan 9 laki-laki dan 3 orang wanita pun khawatir setengah mati. Mereka mengatur posisi dan menempatkan saya di posisi kedua dari depan sehingga langkah kaki yang belakang mau tidak mau harus mengikuti langkah kaki saya. Bisa dibayangkan, langkah kaki para lelaki yang dipaksa untuk mengikuti langkah kaki seorang wanita yang sedang tertatih karena tamu bulanannya barusan dateng, hehehe😛

Kata teman2 sih hal seperti itu wajar karena baru pertama kali, senang sekali mereka memberi semangat positif selama pendakian. hehe

Pendakian melewati beberapa anak tangga, pohon lebat, tanah berbatu pun sungguh mengasyikkan. Tepat pukul 12.00 WIB, kami tiba di  padang surya kencana. Kabut dinginnya wow sekali, menawan cantik dan mempesona. Padang surya kencana sendiri ditanami bunga edelweiss yang cantiknya luar biasa, sayang saat kami berkunjung kesana bunga itu tidak sedang bermekaran tapi warna daun hijaunya masih sangat cantik ditengah-tengah kabut yang sangkat kontras dengan warna daun itu🙂

 

Kami mendirikan tiga tenda dan nge-camp di surya kencana. Beberapa menit setelah tenda berdiri, kami memasak nasi dan sayur sop apa adanya dengan berbekal nesting. Kenyang, api unggun sudah dibuat saatnya istirahat siang, mari kita tidur. Beberapa menit setelah kami masuk tenda dan mencoba tidur tiba-tiba hujan derasss sekali turun dari langit, Alhasil kami keluar dari tenda, membuat parit buatan agar air tidak tergenang di areal tenda kami.

Pukul 17.00, kabut semakin mencekam setelah diguyur hujan beberapa jam saat kami tidur siang. Bisa bayangkan bagaimana dinginnya surya kencana saat itu, Awan sudah menghitam dan kelam.

Malamnya kami makan malam dengan memasak mie, nasi dan martabak telur seadanya, wehehe.. kenyang. Malam itu kami tidak menikmati indahnya bintang karena langit sedang tidak menampakkan surga bintang dan cuaca diluar tenda benar-benar dinggiiiiiiiin sekali. So, kami bercengkrama di dalam tenda, main uno, bercerita-cerita hingga rasa kantuk pun tak dapat dihindarkan. Mari kita tidurr malam dan siapkan amunisi tenaga untuk perang esok hari😛

 

28 Oktober 2011

Kami melanjutkan perjalanan ke puncak gunung untuk melunasi ikrar sumpah pemuda yang sudah kami rangkum dalam “ekspedisi sumpah pemuda” kali ini. Perjalanan dimulai dari pukul 10.00 WIB hingga 12.30. WIB tiba di puncak. Kami ber-12 bersama-sama mengikrarkan sumpah pemuda.

Pertama : – KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
 
Kedua : – KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
 
Ketiga : – KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Merinding, tess….air mata ini keluar. Sekarang saya tau mengapa para pendaki gunung sangat suka sekali dengan setiap perjalanannya.

Ada rasa lelah dan capek yang terbayarkan dengan keindahan puncak yang menawan, Ada rasa bahagia dan bercampur haru saat melihat pemndangan luar biasa yang Tuhan simpan, Ada rasa rindduuuu sekali menginginkan kotaku seperti apa yang saya lihat hari ini, masih asri banyak pohon dengan cuaca yang sungguh ingin berlama-lama disini. Ada rasa yang tak bisa di deskripsikan dengan kata-kata, just say Thank Allah for everything :)

Kami berada di puncak hanya satu jam, setelah beristirahat dan berikrar, kami turun kembali melewati jalur yang berbeda dari pendakian. Dan percaya atau tidak, sepanjang perjalanan hujan turun mengiringi langkah kami. Jas hujan pun kami keluarkan dan lima kali saya terpeleset karena jalan yang sangat licin sekali, hehe. Ndak apa-apalah jagoan😛

Di sepanjang jalan turun, kami melewati air terjun panas. Meskipun hujan mengguyur, air tersebut msih tetap panas. Kami menyebrangi sebuah jembatan yang di bawahnya terdapat air panas menguap dengan sumber air terjun di ujung kali tersebut. Saya melihat pemandangan yang fantastis sekali, seorang mas-mas menggoreng telur di atas batu yang dikelilingi air panas tersebut. Woowww amazing sekali😀

Kami tiba di tempat awal pendakian pukul 23.30 WIB, bersih-bersih sebentar dan bersiap menlanjutkan perjalanan pulang. SAYONARAAA GUNUNG GEDEEE!! Tunggu aku kembali!!

Di sepanjang perjalanan pulang, kami beristirahat dan makan sate maranggi di kawasan puncak Cipanas sambil menunggu bus yang akan mengantar kami bertemu angkot menuju dramaga.

 

Saya benar-benar merasakan sebuah persahabatan yang supeeeer sekali saat melakukan pendakian, pada saat saya harus melakukan ritual keriweuhan sebagai wanita yang setiap bulan kedatangan tamu bulanan itu mereka yang mayoritas laki-laki sangat melindungi saya, walaupun kadang-kadang emosi yang tertahan keluar menjadi air mata namun mereka tetap memberi semangat dan sangat mengerti keadaan saya, hehe.

Namun,  pepatah yang mengatakan “ saat kau naik gunung, teman-teman seperjalanan denganmu akan menampakkan sifat aslinya” dan itu benar, saya mempercayai, membuktikan dan melihatnya🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s