maafin kakak yang tak pernah mengerti.. :)

Entah bagaimana awal mulanya, yang aku tau saat ini aku sudah  menjadi keluarga besar sahabat anak bogor. Open Recruitment  pendamping sahabat anak, dari mulai serangkaian formulir pendaftaran hingga pembinaan awal calon pendamping. Jadi, tugas  pendamping  adalah mendampingi  500 anak-anak marginal di daerah jabodetabek untuk acara puncak  tanggal 7-8 juli 2012 di ragunan. Woooowww🙂

Setelah proses seleksi menjadi pendamping selesai, aku dan temen2 dari bogor berkunjung ke mongol. Sebuah daerah di dekat universitas pakuan, tempat bernanung adik-adik dari  SA (sahabat anak)  bogor. Sebuah daerah yang  kontras sekali dengan  kokohnya jalan tol jagorawi di belakang sepanjang rumah-rumah mereka. Jalanan kecil agak berbatu mengantarkan aku berjumpa dengan mereka, pertama kalinya🙂

“Haaaaiiii adik2”… sapaku

Pengalaman bermain dan belajar bersama anak-anak seusia mereka selama kurang lebih 1 tahun  di sepanjang “  My humanity travelling”  membuat aku  sedikit lebih berpengalaman bagaimana cara yang baik menarik perhatian mereka, hehe😉

Pertemuan pertama adalah belajar yel-yel  dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk jambore nanti. Melenggak-lenggok bersama, bernyanyi bersama, berteriak bersama.

Ini cuplikan reff  yel-yel :

“Tim Raih siapa dia?”

“Kamiii…..”

“teriakan suaranya”

“prok-prok prok”

Nama tim raih diputuskan karena ketentuan panitia unruk memberi nama kelompok dengan huruf awal “R” dan  berhubungannya dengan tema “Suarakan Impianmu”

____

Hari pertama JAMBORE SAHABAT ANAK dimulai

kakak-kakak pendamping dan adik-adik SA dari bogor berkumpul di depan universita pakuan. Kami menuju tempat jambore di Ragunan dengan menggunakan bus sewaan.

EXCITED TRAVELLING! DIMULAI…🙂

Perjalanan menyenangkan akan dimulai, diawali dengan do’a kemudian kami bernyanyi dan bersenda gurau di dalam bus. Aku melihat keceriaan di wajah mereka. Ceria, gembira, dan senang tergambar bagaikan  satu garis melengkung pada senyum mereka. Ya, dua hari ini mereka libur “bekerja di jalan”. Mereka akan menikmati kebebasan yang menyenangkan dan tugas aku dan kakak pendamping lainnya adalah menemani mereka dua hari satu malam.

Sesampainya di ragunan, kami melakukan perkenalan antar kakak pendamping dengan adik SA bogor. Maklum, ada penambahan personel kakak  pendamping dibandingkan dengan pertemuan pertama dulu. So let’s introduce our self🙂

Kami pun memasuki tenda dengan disambut meriah oleh panitia. Suara gendang dengan tarian kecil menyapa kami, mengiringi setiap langkah perjalanan kami menuju tenda tercinta.

Setelah membersihkan tenda dan makan siang. Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari pertama adalah battle diskusi beberapa kelompok dari sahabat anak beberapa daerah di Jabodetabek. Diskusi tentang penggunaan zebracross, membuang sampah sembarangan, di session ini mereka diajak berpikir dan berani berpendapat dengan cara yang menyenangkan. Acara diakhiri dengan sholat ashar dan istirahat, mandi sambil menunggu acara yang super menyenangkan lagi habis magrib nanti. Yup… pentas seni malam itu dihadiri oleh artis2 beken seperti seven icon yang cukup fenomenal, Budi DO RE MI, dan masih banyak yang lain yang nggak kalah serunya. Acara berlangsung hingga pukul 22.00 WIB, setelah itu saatnya istirahat dan tidur di tenda masing-masing🙂

——–

Mari bangun…bangunn….banguuuuuuuun….banguuuuuun

Setelah sholat subuh dan senam pagi bersama, para kakak dan adik-adik melakukan rutinitas wajib tiap pagi, yap MANDI

Jujur, ini adalah pertama kalinya aku mandi di bilik-bilik bambu, penutup bambu tersebut hanya terpal, dan dibawah bilik tersebut adalah sungai. Meskipun takut, namun ini adalah pengalaman yang menyenangkan dan pasti tak kan terlupakan😀. Hahaha

Acara selanjutnya adalah battle games. Permainan-permainannya bukan yang biasa2, tapi sangat luar biasa. Dari permainan menggambar, membuat lagu dan menulis. Permainan-permainan ini dipandu oleh tokoh-tokoh di bidangnya. Acara yang paling seru adalah sesi curhat kakak pendamping dengan adik-adik asuh  tentang impian mereka. Saat itu, aku mendapatkan adik asuh yang sudah menginjak remaja. Mereka adalah adik kakak, sebut saja bernama ranti dan nina. Ranti adalah remaja yang baru menginjak SMP sedangkan nina, kakaknya adalah siswa SMA. Aku memancing mereka dengan pertanyaan-pertanyaam yang menyenangkan untuk mencari tau apa aja sih impian mereka. Nina mulai menceritakan bagaimana kehidupan dikeluarganya, ibu dan ayahnya.

Ibu dan ayah nina adalah orangtua yang tidak menamatkan sekolah dasarnya tapi mereka memililki keinginan besar untuk membuat ketiga anak-anaknya lulus hingga SMU. Apapun mereka lakukan, ibu adalah bibi cuci dan nyetrika sedangkan ayahnya adalah seorang pekerja bangunan. Nina dan ranti ikut membantu biaya sekolah mereka dan adiknya yang masih SD dengan cara bekerja di jalan. Mereka mengamen pukul 03.00 dini hari di pasar dan sore hari di beberapa pertokan daerah bogor.

Ah… mata ini rasanya terlalu berat membendung air mata. Yaaahh…aku harus bersyukur dengan semua yang ada. Kadang-kadang aku sering mengeluh dan tak bersyukur, lihatlah dan belajarlah dari mereka, cara mereka bersyukur sangat indah🙂

Nina mengutarakan sesuatu padaku, “ aku ingin punya butik kak, aku ingin berwirausaha, aku ingin mengatur hidupku sendiri bukan diatur orang lain

Sedangkan ranti, “aku ingin mendapatkan kado special di ulangtahunku dan jadi ketua osis di smp baru aku “

“Cita-cita dan impian mereka indah dan aku yakin Allah akan mengabulkan impian-impian mereka dengan cara yang lebih indah🙂

another story,  penghujung acara adalah workshop dari alumni-alumni anak-anak marjinal marjinal yang telah sukses dengan karyanya. Seorang pengamen jalanan yang berinisiatif membangun sebuah band yang sekarang sudah keliling Malaysia dan singapura dan seorang penjual loper koran yang sudah mempunyai perkebunan sayuran, workshop tersebut bertujuan untuk memupuk kepercayaan diri mereka dan bersemangat untuk mewujudkan impian-impian mereka. Acara demi acara pun terselesaikan, 2 hari 1 malam yang sangat mengesankan. Well, kelompok Raih menjadi kelompok ter-Rapih lho… hehe. entah bagaimana predikat itu bisa melekat ke kelompok kami, yang pasti kami akan membawa banyaaaak hadiah saat pulang ke bogor nanti, hihihihi.

Perpisahan itu diakhiri dengan pertanyaan salah satu adik SA Bogor padaku : “kakak mendampingi kita dibayar ya? Kok kakak mau nemenin kita bermain selama dua hari ini ? “

Aku hanya diam, melihat matanya yang menerawang jauh ke depan

Aku menjawabnya dalam hati “ karena kau adalah sahabat kakak, maafin kakak nggak pernah mengerti bagaimana keadaan kalian saat bekerja di jalan setiap harinya, maafin kakak kadang acuh melihat kalian menyanyi di perempatan jalan, maafin kakak yang kadang-kadang tak peduli bagaimana cara kalian untuk menyambung hidup dan bersekolah, maafkan kakak😦

Tiba-tiba air mata menetes, aku memeluk adik itu erat sekali, mengusap kepalanya dan menjawab, Kakak nggak dibayar kok, kakak-kakak disini melakukan semua ini karena kakak sayang kalian🙂

Matanya berbinar, “aku jarang sekali kak mendengar kata sayang.  Mungkin ini pertama kalinya ada orang yang menyayangiku, terimakasih kakak. Aku diam dengan tak menanggalkan pelukan sayang untuknya🙂. 

kalian adalah adik-adik hebat, aku percaya suatu saat nanti aku akan bertemu kalian dengan keadaan yang jauh lebih baik. Nina dengan butik mewahnya, Ranti menjadi ketua osis yang bijakasana, Alif menjadi presiden yang adil dan bertanggung jawab, dan kalian semuanya akan menjadi seperti apa yang kalian impikan, terimakasih adik-adikku

Adek-adek dan kakak-kakak SA Bogor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s