Perjalanan magenta..

Perjalanan ini 

Ternyata sudah diambang mata

Kebersamaan ini memang tak selalu ada

Kebersamaan hanya sebuah dongeng cerita kehidupan

Pada saatnya  harus mengenal kau, paras  dan nama

Di tengah kebersamaan menuntut ilmu, kau selipkan rasa dan asa

Kau tuturkan canda yang masih terngiang

Sejak itu, aku mengenal kau lebih jauh

Masih teringat..

Bagaimana rasanya gagal panen jagung pada saat dasgron dulu?

Bagaimana rasanya mengerjakan laporan PTMBT hingga dini hari?

Bagaimana rasanya bermain algoritma hingga larut malam?

Ah….. betapa rindunya masa-masa itu

Rindu akan cerita para dosen, meski kadang kami bersenda gurau tak mendengarkan

Rindu membentangkan papan karambol saat istirahat siang 

Rindu mengerjakan tugas beberapa menit sebelum dosen masuk

Rindu saat-saat kita bersama melantangkan gursa-gursa..

Rindu merasakan kuliah pukul tujuh

Rindu mendengarkan professor menuturkan materi dengan bahasa asing

Rindu menyantap makanan di sapta dengan canda tawa

Rindu  bergaya di depan kamera bersama

namun…

tak ada kekuatanku untuk menahan kau pergi
pintu ini slalu terbuka
kapanpun kau kembali, maka kembalilah….
dan masukilah ruang-ruang ini
tanpa harus menjadi tamu baru kembali
karena kau bagian dari kami
karena kau menggenapkan semangat kebersamaan kami.
———-

Waktu memang tak bisa berandai-andai

Terus berbanding lurus dengan falsafah kehidupan

Saling mengejar satu sama lain

Tanpa batas dan getas

Kini, kau di hadapkan dengan kehidupan sejati

Kau harus berjuang sendiri

Merasakan leleh keringat yang tak sempat menetes

Banyak nominal  yang harus kau simulasikan

Banyak deret huruf yang harus maha guru  revisi

Lalu..

Betapa penatnya kau, saat kau tahu

Semua sahabat-sahabat kau sudah kenakan toga

Sedangkan kau masih mondar-mondar dengan angka-angka abstrak

Tuhan

EngKau bersama orang-orang yang berjuang

Samakan kami, satukan kami

Tak ada keegoisan dan sikap acuh

Kebersamaan kami tak akan pupus

Ringan tangan, tolong menolong

Ijinkan apa yang engkau berikan untuk kami

Untuk kalian juga,

 ——-
Jika saja yang kau tinggalkan adalah arena persajakan
maka tentunya masih banyak arena yang bisa kau masuki di sini
ajak pula kami untuk ikut serta menjadi bagian di dalamnya
dan kami pun tak kan pernah kehilangan siapapun di dalamnya.

Derai air mata membasahi pipiku

Indahnya masa lalu yang telah terlewati

Kini, telah usai sudah..

Namun tak sesingkat itu

Perpisahan bukanlah akhir dari semuanya

Tapi itu adalah awal dari segalanya

 

Ku coba membuka cakrawala baru

Untuk menempuh hidup yang telah kering kerontang

Tanpa ada air yang selalu memberi ketenangan dan kedamaian

Daun pun gugur seolah tak ada lagi penguat untuk hidup

 

Namun walau tak ada sehelai kemungkinan

Tapi masih ada sebongkah hati yang tegar

Selangkah lagi, kau akan menemukan pintu sejati

Untuk ujian dari sang pencipta

Demi Cita dan amanah ibu bapak

Demi masa depan yang kau impikan

Demi banggakan almamater

 

Walau harus kehilangan senyum manis kalian

Tapi kan slalu teringat

Untaian kata terucap dari bibirku

Selamat tinggal sahabat

Meski kelak kau tak ada di sampingku lagi,

Aku akan tetap ukir nama di sepangjang doa

 ————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s