Zakat fitrah, zakat penghasilan dan zakat harta

Tahun 2015, selain berstatus sebagai mahasiswa pasca tingkat akhir juga merangkap sebagai manajer keuangan. Yuhu, manajer keuangan keluarga kecil yang baru release bulan april kemarin.  Status sebagai istri secara otomatis bertambah pula status-status lainnya yaitu sebagai manajer gizi keluarga, manajer pendidikan dan manajer keuangan keluarga. Tentunya semua itu tidak terlepas dari peran sang direktur keluarga, suami tercinta. Kami bekerjasama dan berdiskusi sesuai dengan SOP dari sang maha pemilik keluarga, Tuhan YME. Saya sebagai seorang manajer dan suami sebagai seorang direktur masih sama-sama belajar dan beruntungnya kami berdua tipe pembelajar yang nggak malu untuk berpindah-pindah mencari ilmu yang tentunya harus sesuai dengan visi dan misi kami, karena kebanyakan serapan ilmu kalau nggak punya pegangan ilmu mana yang cocok dengan visi dan misi mah malah jadi pusing, hehe.

Kali ini mau membahas dulu salah satu peran sebagai manajer keuangan keluarga. Mumpung bulan Ramadhan, jadi yang mau diceritain bukan cara pengelolaan keuangan per bulan atau investasi keuangan keluarga tapi bagaimana kewajiban tentang zakat. Karena perhitungan zakat keluarga pun harus dibawah naungan sang manajer keuangan, hehe.

Seorang muslim yang mampu dalam ekonomi wajib membayar sebagian harta yang dimiliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya baik melalui panitia zakat maupun didistribusikan secara langsung / sendiri. Hukum zakat adalah WAJIB bila mampu secara finansial dan telah mencapai batas minimal bayar zakat atau yang disebut nisab.

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya  melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.(Q.S. Al-Baqarah:267)

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka,dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka,dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ( At-Taubah:103).

Nah, lalu zakat apa saja sih yang mesti disalurkan dan jadi kewajiban kita 🙂

1. Zakat Fitrah

Harga per liter beras Harga per kg beras
9.500 12.800
Zakat fitrah 9.500 x 3,5= 33250 12.800 x 2,5= 32000

Beras yang digunakan sebagai patokan adalah beras yang kita gunakan setiap harinya atau dapat juga sebagai patokan adalah beras yang memiliki harga ditengah-tengah antara beras mahal dan beras murah. Jenis beras yang saya gunakan disini adalah beras pera. Jadi zakat yang dibayarkan berkisar antara rentang harga 32.000 hingga 35.000 tergantung dengan harga beras di wilayah masing-masing.

Pembayaran zakat fitrah dilakukan pada akhir bulan ramadhan, sejak terbenam matahari sampai sebelum sholat ied (Fiqh Az-zakaat, Dr.Yusuf Al Qhodarwi )

2. Zakat profesi/penghasilan

Zakat penghasilan dibayarkan pada setiap bulan, berikut perhitungannya :

zakat

Zakat profesi memang jadi perdebatan karena tidak ada dalil yang mengena. Untuk lebih jelasnya coba di cek http://www.eramuslim.com/berita/berapa-nishab-zakat-profesi.htm. Tapi apa salahnya untuk menyumbangkan sebagian penghasilan kita kepada yang membutuhkan. Bisa saja dihitung sebagai sedekah bukan? Hehe. inshaaAllah tetap dibalas sama Sang Maha Pembalas Kebaikan.Oh ya tanda bintang di bagian kolom pendapatan itu maksutnya pendapatan kotor tanpa mengikutsertakan perhitungan pengeluaran per bulan namun ada beberapa juga pendapat yang mengungkapkan bahwa pendapatan yang dihitung adalah pendapatan bersih setelah dikurangi dengan pengeluaran selama satu bulan. Itu pilihan, kalau saya pribadi menggunakan pendapatan kotor sebelum dikurangi dengan jumlah keperluan per bulan.  Nilai nisab 520 adalah ketetapan .

3. Zakat harta/mal

Yang ketiga adalah Zakat Harta (Mal) yaitu sejumlah harta yang wajib dikeluarkan bila telah mencapai batas minimal tertentu (nisab) dalam kurun waktu haul atau satu tahun . Jadi, zakat harta/mal dibayarkan setahun sekali.

Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al AlBani).

Untitled
Rumah (properti) dan kendaraan yang digunakan sehari-hari tidak dikenakan dalam perhitungan zakat, yang dihitung adalah harta properti dan kendaraan yang dapat berkembang misal harta yang digunakan untuk keperluan usaha.Nilai emas per gram dihitung dari rata-rata nilai jual dan nilai beli emas hari ini (updates news) dari https://www.antamgold.com/, cek aja yaa kalau mau hitung2 nisab karena harga bisa  berubah perjamnya. Nilai 504.000 didapat dari rata-rata harga beli emas 502.500 dan harga jual emas 505.500 per 7 juli 2015.

Nilai harta dihitung dalam rupiah, jadi kalau harta logam mulia, harta surat berharga misal reksadana bisa dikonversi dalam bentuk pecahan uang rupiah terlebih dahulu.

4. Zakat peternakan dan pertanian

Nah ini untuk para petani dan peternak,

perhitungan nisab zakat perternakan bisa cek

  1. http://pusat.baznas.go.id/zakat-peternakan/
  2. http://rumaysho.com/zakat/konsultasi-zakat-5-zakat-ternak-ayam-7450.html

perhitungan nisab zakat pertanian bisa cek

  1. http://pusat.baznas.go.id/zakat-pertanian/
  2. http://rumaysho.com/zakat/panduan-zakat-hasil-pertanian-2464.html

nah itu dia perhitungan simpelnya, kalau mau belajar tentang perzakatan coba deh cek fiqh al zakah Dr.Yusuf Al Qardawi :

volume 1 : http://monzer.kahf.com/books/english/fiqhalzakah_vol1.pdf

volume 2:  http://www.icorlando.org/pdfs/FIQH-AL-ZAKAH-VOL-II.pdf

Oh ya satu lagi, bila suami dan istri keduanya mempunyai penghasilan tetap, kemudian menggabungkan uang mereka berdua dalam satu tabungan. Maka wajib tidaknya zakat dalam harta tabungan itu tergantung sampai tidaknya nisab dari harta masing-masing mereka bukan dari harta gabungan. Pendapat ini yang dinilai kuat oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Utsaimin, disebutkan oleh beliau dalam kitabnya Syarh Mumti’ jilid 6 hal 66 (majalah pengusaha muslim ed 36, ustd Muhammad Yasir).

Nah, jadi alangkah baiknya jika manajer keuangan keluarga berusaha menghitung pemasukan suami istri dengan rinciannya masing-masing atau terpisah dengan tujuan agar bisa meniatkan besaran zakat yang dibayarkan. Terlepas dari masalah zakat, pengaturan pengelolaan pemasukan suami istri untuk kebutuhan rumah tangga dan investasi bisa didiskusikan berdua apalagi masih berstatus pasangan muda, belum berpengalaman hehe 🙂

Selamat berzakat, semoga menjadi salah satu amalan tiket masuk surge di akhirat nanti 🙂

Advertisements

Seandainya nanti gue dicalonkan jadi walikota, gue siap!

Bukan, gue bukan aktiivis politik dengan segala bla-bla-bla la la la nya. Bukan juga lulusan jurusan perpolitikan, bukan juga mahasiswa aktivis yang suka demo mengadu kesetaraan hak, menyiyir dengan merugikan banyak pengguna jalan, berkoar-koar meminta sebuah keadilan dari yang disebut janji.

Ah… negaraku, mungkin gue terlalu dini untuk bergumam sendiri. Membicarakan segalanya
dalam doa, mengadu kepada Tuhan tentang negeri yang kian susah membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Entahlah, gue bukan tipe orang yang suka mencari kambing hitam suatu keadaaan. Ini semua salah pers, salah koran ini, salah stasiun tv itu, salah orang ini, salah orang itu, ahhh…seterah!

Bukan berarti gue diam saja, gue berusaha sekuat tenaga membuktikan bahwa janji-janji kemerdekaan yang dulu diperjuangkan sepenuh jiwa dan raga itu sekarang memang harus kita lunasi. Kalau bukan kita, siapa lagi. Dan gue sedikit berusaha melunasi melalui komunitas yang sudah dua tahun gue rawat ini, komunitas peduli anak-anak marginal dan jalanan yang semua volunteernya nggak pernah meminta yang namanya gaji, bayaran, kalaupun toh harus masuk media koran maupun televisi itu juga tanpa dibayar dan membayar, itu cuma bonus apresiasi dan penginspirasi, katanya. Iya katanya, semoga pemimpin-pemimpin gue sekarang ikutan terinpirasi juga.

Gue nggak mau bahas apa motivasi mendirikan ini, apa visi misi dan tujuan gue sebenarnya merawat sampai dua tahun. Satu jawaban dari dua tahun yang terlewati, gue siap jadi walikota jika nanti gue dicalonkan, gemes!

First, baru-baru ini anak-anak binaan komunitas RMP terkena gusur karena dampak perluasan pasar warung jambu. Lalu diam? Enggak! Salah dua dari pengurus RMP ikutan ngariung minggu pagi dengan Bapak walikota beberapa bulan sebelum adanya penggusuran. Bukan dengan cara demo kami berbicara, pelan-pelan. Kami berdiskusi dengan sajian khas dan penyambutan yang luar biasa hangat,

Pak, kemarin anak-anak binaan komunitas RMP mengeluh. Rumornya, rumah-rumah mereka bakal digusur?” inti dari diskusi dari kami kira-kira seperti itu.
“oh, tidak. Itu hanya gossip. Kami tidak pernah ada niatan ada penggusuran dari situ. Itu berita darimana” well, itu jawaban beliau beberapa bulan sebelum anak-anak kami dan keluarganya mengais-ngais mencari tempat tinggal baru.

Sekali lagi, gue bukan tipe orang yang mencari kesalahan-kesalahan dan mengumpat segala macamnya, gue tipe orang yang kadang-kadang lebih memilih untuk berpositif thinking dengan kemungkinan-kemungkinan positif yang gue analisa sendiri. Gue sadar, penggusuran itu pasti ada penyebabnya. Selain karena adanya perluasan lahan pasar, mungkin juga karena memang hunian anak-anak RMP dan keluarga sudah tidak layak huni dan tak berijin. Kebetulan memang kelas belajar kami berada tepat didepan pemukiman tidak layak huni, rumah dan gudang dari hasil mulung terkumpul jadi satu. Ah tapi, mengapa tidak ada alternatif lain untuk menyambung hidup mereka. Sudahlah, atau mungkin pemimpin-pemimpin itu sudah memberikan uang ganti rugi namun anak-anak kami dan keluarganya yang belum siap mencari tempat baru, mungkin~

Yah, walaupun kemungkinan-kemungkinan positif yang sudah gue analisis sedemikian rupa dan hingga itu tetap saja tidak mungkin mengubah keadaaan.

kak, kenapa sih bapak-bapak itu bulldozer rumah kita? Padahal kan kecil. Kenapa mau bangun mall disini, kenapa nggak kita dibikinin rumah susun biar kita bisa tinggal” ungkap rizki, 8 tahun.

…. Aduh nak, kamu terlalu dini untuk berbicara seperti ini. Suatu saat nanti kamu akan mengerti tentang yang disebut “kepentingan”. Tapi ah sudahlah, kamu tidak harus mengerti sekarang. Kamu masih dini….

Percaya nggak, kalau saat itu gue nangis seketika setelah mendengar berita penggusuran itu. Gue nangis di depan umum, di stasiun pasar turi Surabaya karena saat itu sedang perjalanan hijrah ke kota lain.

Jadi, bapak pemimpin itu pembohong?

Akhir januari, mereka resmi digusur. Anak-anak itu dan keluarganya terpontang-panting mencari rumah tinggal. Salah banyak anak kami, sementara tidur di aula pasar. Mereka memindahkan Kasur, lemari rame-rame disana. Bisa membayangkan, betapa mereka harus menahan dingin setiap malam, mencari wc umum untuk ke kamar mandi, bergelap-gelapan dengan lampu seadanya setiap malam, ahh apalagi sekarang sedang musim hujan, pasti….. Ah sudahlah tidak bisa berkata-kata tentang kondisi mereka.

Seandainya punya duit banyaaaak, kaya mendadak gue siap kok bangunin mereka rumah susun satu gedung aja. Gue beli satu hotel di kota ini, bangunannya aja ndak perlu pakai ac dan Kasur yang empuk sekali, ndak perlu.

Second, beberapa minggu di bulan lalu dikejutkan dengan sosok wahyu (9 tahun) yang sudah mulai tidak bersekolah lagi karena tidak ada dana untuk membeli LKS! Klise, dan gue sebagai salah satu kakaknya merasa bersalah banget mendengar kabar duka itu.

“iya kak, si wahyu ini suka pulang sekolah paling akhir karena pinjam LKS temannya.” Kata ibunya yang terdengar bersamaan dengan isakan haru. Wahyu harus menyalin PR yang ada di LKS itu dibuku tulisnya, ketika teman-temannya sudah menjawab langsung dari LKS masing-masing.

Mungkin, itu juga alasan kenapa mereka dipertemukan Tuhan dengan kami. Dengan senjata gerak cepat dari beberapa pengurus RMP, Broadcast sana sini, sebar info kemana-kemana dan nyatanya memang banyak sekali yang peduli. Ndak sampai berhari-hari si Wahyu sudah mendapatkan kakak asuh dan bisa kembali bersekolah lagi.

Mereka hidup di tengah kota, yang sebelah rumahnya dekat sekali dengan mall, pusat perbelanjaan segala macamnya, perhotelan tinggi tapi ternyata yang dengan kondisi seperti itu masih ada, masih~.

Kalau kata Bu Risma, Walikota Surabaya, walikota terfavorit. “ saya ini pemimpin, saya ndak mau nanti saya ndak bisa masuk surga gegara ada warga saya yang tidak bisa hidup nyaman, tidak bisa makan, kesusahan pas saya memimpin kota ini. Ini tanggung jawab saya”

Nah, itu sebenernya kunci utamanya. Balik lagi tujuan jadi pemimpin itu apa terus dihubungin deh sama sang maha pemimpin, Tuhan. Kalau ingetnya life after dead pastilah kita semua akan takut. Janji Allah itu Pasti, Janji Tuhan itu Nyata, semua akan dipertanggungjawabkan.

Gue sempet searching, kalau di negara jerman dan negara-negara lainnya itu anak-anak terlantar dan jalanan benar-benar dipelihara oleh negara. Capslok ya, NEGARA!
Hak asuh anak yang ditelantarkan ibunya dan hidup di jalanan itu benar-benar diambil alih jadi hak asuh negara, masuk ke asrama dan disekolahkan. Kalau nanti ketahuan ada orang tua yang diam-diam menyia-nyiakan anaknya akan kena hukuman. Simple kan sistemnya? Tapi mengena bukan? IYA!

Lalu,para pemimpin2 itu mengambil studi di luar negri dengan gelar-gelarnya yang panjang sekali itu buat apa? Mungkin memang negara kita butuh orang-orang pintar dengan gelarnya berderet untuk menyelesaikan masalah perekonomian, pendidikan, politik dan laen sebagainya. Tapi sadar nggak sih, keberlanjutan generasi itu juga penting
“You teach man, you teach man, you teach woman, you build a generation”

Jadi, intinya gue ngomong apa ya pagi ini. Hahaha

Ya itu, kalau nanti ada yang mencalonkan gue jadi walikota entah di kota mana atau mungkin ada yang mencalonkan gue independen buat jadi presiden (hahaha), gue sedang berusaha mengantongi banyak hal buat bekal.

Gue alumni teknik pertanian IPB, yah sedikit banyak gue paham mengenai kondisi pertanian sekarang itu seperti apa tapi gue gak paham tentang ilmu sosial kemasyaratan, keberlanjutan suatu sistem pendidikan, perekonomian keluarga yang juga sebagai fondasi perkenomian suatu negara. Tetapi, dari dua tahun lalu gue belajar banyak sekali dari komunitas independen karya anak negri,rumah merah putih tentang semua permasalahan complicated itu dan semoga bisa jadi bekal ketika suatu saat nanti ADA yang mencalonkan gue untuk menjadi seorang walikota bahkan presiden sekalipun.

Kota Hujan, Pagi. 16 Februari 2015
Aulia Rizqi Nur Abidi
@Rumahmerahputih (twitter/instagram)
@Auliarizq

Selamat 2 tahunan RMP :)

Tentang Winda…

Hari itu, Tuhan mengajakku bersenda gurau lebih serius. Hujan dan Malam, mempertemukan
Bukan, bukan disuatu tempat terang dengan cahaya warna-warninya.
Kita dipertemukan tepat di jalan hampir tak ada lalu lalang
Aku bergumam, Apa maksud Tuhan hingga hati ini tergerak dan sangat berdebar
Gadis berusia Sembilan tahun,
Baju biru muda lusuh dipadu dengan rok yang sudah kuyup
Tangan kanannya memanggul satu karung berisi kemasan air mineral dengan berbagai ukuran
Tangan kirinya mengapit plastik berwarna kelam berisi lima tusuk satai,
Perlahan, kami berpagut dalam satu cerita,
Sisa-sisa hujan malam itu makin beradu dengan ajakan aku untuk lebih mengenalnya
Aku bisa menjawab sebelum dia terucap,
Aku yang sungguh sangat asing ini amat berani mengajaknya segera pulang,
Badannya yang menggigil karena sapuan hujan makin menggelisahkanku untuk segera pergi dari tempat ini.
Entah Bagaimana lagi cara Tuhan mengajakku bergurau lebih serius, gadis itu sudah aku genggam.
Aku bersandar di rumahnya, dua adiknya masih merasakan dinginnya malam sapuan hujan, merasakan hal yang sama dengan gadis itu.
Tuhan, Aku hanya ingin air mataku tidak jatuh saat itu.
Tuhan mengerti tentang Winda yang tengah berkeluh,
Lalu Tuhan menghadirkan Rumah Merah Putih,
menanggal peluh, tak pantang kesah, berbagi kisah

Happy 2nd Anniversary, RMP :*

Kartini by Azka…

 
Review tulisan dari nadia azka 🙂
 
Kartini Jaman Sekarang 🙂
 
Kak Aulia Rizqi ini wanita super strong. Kemarin juga baru lulus. Coba tebak dia jurusan apa? Teknik Pertanian yang sekarang namanya berubah jadi Teknik Mesin dan Biosistem. Jurusan dimana jumlah ceweknya cuma berapa persen kalau dibandingin sama jurusan-jurusan lainnya. Waktu skripsi, Kak Aul dapet dosen pembimbingnya yaitu Pak Herry Soehardiyanto alias Rektor IPB. Kebayang repotnya gimana, susah ketemunya pula. Tapi alhamdulillah Kak Aul yang kuat ini dilancarkan segala urusannya. 
 
Aku kenal Kak Aul dari Indonesian Youth Act. Walaupun jurusan Kak Aul punya stereotip macho, Kak Aul juga rajin dan aktif di kegiatan-kegiatan sosial. Kak Aul ambil matakuliah supporting course Pengembangan Karakter, jadi sebelum lulus Kak Aul berkesempatan untuk jadi guru di PAUD Lab School Pendidikan Karakter. Kalo denger ceritanya Kak Aul, rasanya pengen ikutan ke sekolahnya hehehe.

Kak Aul dulu bilang bahwa dia pengen banget ngadain festival untuk anak-anakmarginal. Dia ngerasa bahwa anak-anak marginal bener-bener dikesampingkan sama masyarakat dan pemerintah. Dia mau merubah hidup anak-anak itu dan dia serius. Sekarang, Kak Aul punya Rumah Merah Putih, gerakan pendidikan buat anak jalanan gitu. Kak Aul juga serius mau jalanin bisnis sendiri. Semoga tahun ini banyak hal-hal bahagia buat Kak Aul yang selalu passionate menjalani hidup 

 
 
– Thanks Azkaaaa, Hari Kartini tahun ini balas dendam yah bales ceritaain kamuuu :* –

Kita, Kami, Mereka, Kamu :)

Aku ingin berpuisi, bercerita banyak hal tentang kehadiran

Aku ingin berkisah, bertutur seru tentang kehidupan

Aku ingin diam, mendengar kisah dari mata yang terus mencari

Tak ingin bercerita terlalu lama, tak ingin berderu dari satu kisah yang tak tentu

Tak ingin pula diam, sekedar mendengarkan

Aku ingin berperan, meski hanya seorang figuran

Aku ingin berbagi peran, meski tak lebih dari stuntman

Aku adalah bagian dari kita, kami, mereka dan kamu 🙂 

Materi kuliah Manajemen Pemasaran MB IPB :)

Posting dulu ah materi kuliah manajemen pemasaran tiga minggu yang lalu, 7 Februari 2014 oleh pak Ujang Sumarwan 

1. Bagaimana memahami perencanaan strategis?

2. Langkah-langkah menyusun strategic marketing?

Strategis planning Top Management dilihat dari SDM, kompetensi dan peluang pasar yang dihadapi

Langkah-langkah dari Strategic Planning :

  1. Bussiness mission
  2. SWOT Analysis
  3. Organiizational goals
  4. Bussiness Portofolio
  5. Growth Strategies

Strategic Planing ada 3 :

  1. Strategic Marketing Plan
  2. Tactical Marketing Plan
  3. Marketing Plan

Sebuah corporate merencanakan empat kegiatan utama :

  1. Deskripsikan corporate mission
  2. Establish SBU
  3. Menugaskan resources setiap SBU
  4. Rencana bisnis baru, downsizing atau berhentikan perusahaan

Definisi misi perusahaan

Ruang lingkup persaingan perusahaan

  1. Ruang lingkup produksi/produk
  2. Ruang lingkup industry
  3. Ruang lingkup konpetensi
  4. Ruang lingkup market segments
  5. Ruang lingkup vertical
  6. Ruang lingkup geografis

Definisi visi perusahaan

               Keseluruhan tujuan perusahaan

  1. Dalam bisnis apa bergerak?
  2. Pelanggan yang dilayani siapa?
  3. Capabilitas perusahaan?
  4. Produk apa untuk pelanggan

Analisis SWOT Perusahaan

Image

 

Analisis SWOT untuk mengevaluasi lingkungan eksternal dan internal

Evaluasi kekuatan dan kelemahan itu internal perusahaan, kalau evaluasi ancaman, peluang (pelanggan, pesaing, ekonomi dunia) itu eksternal perusahaan

Perusahaan membentuk strategi bisnis unit (SBU)

Perusahaan mendefinisikan bisnisnya yaitu product oriented dan market oriented

3 kriteria SBU :

  1. a.      Single Bussiness / koleksi yang terkait yang dapat direncanakan terpisah
  2. b.      Mempunyai competitor sendiri
  3. c.      Mempunyai manager yang bertanggung jawab untuk strategic planning and profit

Matrix Pertumbuhan

2 Kriteria :

  1. Berapa pangsa pasar perusahaan/SBU tersebut dibanding pesaing utama (relative market share)
  2. Meletakan informasi pertumbuhan industry  (Market Growth Rate)

Image

 

 

Strategic planning gap

Image

 

Three Intensive Growth Strategies

Image

bu Septi Peni Wulandari, Great wife :)

Review dari blog azaleav 🙂 

Minggu (21/ 7) lalu, saya mengikuti acara Forum Indonesia Muda (FIM) Ramadhan yang diadakan di UNPAD. Niat awalnya mau nabung ilmu dan inspirasi sebelum pulang kampung, selain juga memang karena pengisi acaranya inspiring. Eh, pembicara yang paling saya tunggu ternyata berhalangan hadir. But, that’s not the point. Semua pembicara yang hadir memang sangat inspiring, tapi saya benar-benar dikejutkan di sesi terakhir. Tentang parenting. Awalnya saya pikir sesi ini mau membicarakan apa gitu. Do you know actually? It talks about a success and inspiring housewife. Saya langsung melek. Lupa lapar. Like my dream becomes closer. Saya mencari seminar yang membahas tentang keiburumahtanggaan. Nggak tahunya nemu di sana. Rasanya terbahas semua sore itu. (No offense nomor 2, gue juga kagak tahu kalau urusan itu :p ) Baiklah, mukadimah ini akan terlalu panjang kalau saya lanjutkan.
image

Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau kalian search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Bukan, dia bukan seorang pejuang emansipasi wanita yang mengejar kesetaraan gender lalala itu. Bukan.

 

Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia. Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Dalam sesi itu, beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstreamIt’s like I’m watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.
Semuanya berawal saat beliau memutuskan untuk menikah. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa peradaban, untuk kisah Ibu Septi, pepatah itu tepat sekali. Di usianya yang masih 20 tahun, Ibu Septi sudah lulus dan mendapat SK sebagai PNS. Di saat yang bersamaan, beliau dilamar oleh seseorang. Beliau memilih untuk menikah, menerima lamaran tersebut. Namun sang calon suami mengajukan persyaratan: beliau ingin yang mendidik anak-anaknya kelak hanyalah ibu kandungnya. Artinya? Beliau ingin istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga. Harapan untuk menjadi PNS itu pun pupus. Beliau tidak mengambilnya. Ibu Septi memilih menjadi ibu rumah tangga. Baru sampai cerita ini saja saya sudah gemeteran.

Akhirnya beliaupun menikah. Pernikahan yang unik. Sepasang suami istri ini sepakat untuk menutup semua gelar yang mereka dapat ketika kuliah. Aksi ini sempat diprotes oleh orang tua, bahkan di undangan pernikahan mereka pun tidak ada tambahan titel/ gelar di sebelah nama mereka. Keduanya sepakat bahwa setelah menikah mereka akan memulai kuliah di universitas kehidupan. Mereka akan belajar dari mana saja. Pasangan ini bahkan sering ikut berbagai kuliah umum di berbagai kampus untuk mencari ilmu. Gelar yang mereka kejar adalah gelar almarhum dan almarhumah. Subhanallah. Tentu saja tujuan mereka adalah khusnul khatimah. Sampai di sini, sudah kebayang kan bahwa pasangan ini akan mencipta keluarga yang keren?

Ya, keluarga ini makin keren ketika sudah ada anak-anak hadir melengkapi kehidupan keluarga. Dalam mendidik anak, Ibu Septi menceritakan salah satu prinsip dalam parenting adalah demokratis, merdekakan apa keinginan anak-anak. Begitupun untuk urusan sekolah. Orang tua sebaiknya memberikan alternatif terbaik lalu biarkan anak yang memilih. Ibu Septi memberikan beberapa pilihan sekolah untuk anaknya: mau sekolah favorit A? Sekolah alam? Sekolah bla bla bla. Atau tidak sekolah? Dan wow, anak-anaknya memilih untuk tidak sekolah. Tidak sekolah bukan berarti tidak mencari ilmu kan? Ibu Septi dan keluarga punya prinsip: Selama Allah dan Rasul tidak marah, berarti boleh. Yang diperintahkan Allah dan Rasul adalah agar manusia mencari ilmu. Mencari ilmu tidak melulu melalui sekolah kan? Uniknya, setiap anak harus punya project yang harus dijalani sejak usia 9 tahun. Dan hasilnya?

Enes, anak pertama. Ia begitu peduli terhadap lingkungan, punya banyak project peduli lingkungan, memperoleh penghargaan dari Ashoka, masuk koran berkali-kali. Saat ini usianya 17 tahun dan sedang menyelesaikan studi S1nya di Singapura. Ia kuliah setelah SMP, tanpa ijazah. Modal presentasi. Ia kuliah dengan biaya sendiri bermodal menjadi seorang financial analyst. Bla bla bla banyak lagi. Keren banget. Saat kuliah di tahun pertama ia sempat minta dibiayai orang tua, namun ia berjanji akan menggantinya dengan sebuah perusahaan. Subhanallah. Uang dari orang tuanya tidak ia gunakan, ia memilih menjual makanan door to door sambil mengajar anak-anak untuk membiayai kuliahnya.
Ara, anak ke-2. Ia sangat suka minum susu dan tidak bisa hidup tanpa susu. Karena itu, ia kemudian berternak sapi. Pada usianya yang masih 10 tahun, Ara sudah menjadi pebisnis sapi yang mengelola lebih dari 5000 sapi. Bisnisnya ini konon turut membangun suatu desa. WOW! Sepuluh tahun gue masih ngapain? Dan setelah kemarin kepo, Ara ternyata saat ini juga tengah kuliah di Singapura menyusul sang kakak.

Elan, si bungsu pecinta robot. Usianya masih amat belia. Ia menciptakan robot dari sampah. Ia percaya bahwa anak-anak Indonesia sebenarnya bisa membuat robotnya sendiri dan bisa menjadi kreatif. Saat ini, ia tengah mencari investor dan terus berkampanye untuk inovasi robotnya yang terbuat dari sampah. Keren!
Saya cuma menunduk, what I’ve done until my 20? :0 Banyak juga peserta yang lalu bertanya, “kenapa cuma 3, Bu?” hehe.

Dari cerita Ibu Septi sore itu, saya menyimpulkan beberapa rahasia kecil yang dimiliki keluarga ini, yaitu:

1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, bersikap demokratis kepada mereka adalah suatu keniscayaan

2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung jawab dan praktek nyata sejak kecil melalui project. Seperti yang saya bilang tadi, di usia 9 tahun, anak-anak Ibu Septi sudah diwajibkan untuk punya projectyang wajib dilaksanakan. Mereka wajib presentasi kepada orang tua setiap minggu tentang projecttersebut.

3. Meja makan adalah sarana untuk diskusi. Di sana mereka akan membicarakan tentang ‘kami’, tentang mereka saja, seperti sudah sukses apa? Mau sukses apa? Kesalahan apa yang dilakukan? Oh ya, keluarga ini juga punya prinsip, “kita boleh salah, yang tidak boleh itu adalah tidak belajar dari kesalahan tersebut”. Bahkan mereka punya waktu untuk merayakan kesalahan yang disebut dengan“false celebration”.

4. Rasulullah SAW sebagai role model. Kisah-kisah Rasul diulas. Pada usia sekian Rasul sudah bisa begini, maka di usia sekian berarti kita juga harus begitu. Karena alasan ini pula Enes memutuskan untuk kuliah di Singapura, ia ingin hijrah seperti yang dicontohkan Rasulullah. Ia ingin pergi ke suatu tempat di mana ia tidak dikenal sebagai anak dari orang tuanya yang memang sudah terkenal hebat.

5. Mempunyai vision board dan vision talk. Mereka punya gulungan mimpi yang dibawa ke mana-mana. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat, mereka akan share mimpi-mimpi mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it, do it, grow it!

6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai

7. Mereka punya prinsip harus jadi entrepreneur. Bahkan sang ayah pun keluar dari pekerjaannya di suatu bank dan membangun berbagai bisnis bersama keluarga. Apa yang ia dapat selama bekerja ia terapkan di bisnisnya. 

8. Punya cara belajar yang unik. Selain belajar dengan cara home schooling di mana Ibu sebagai pendidik, belajar dari buku dan berbagai sumber, keluarga ini punya cara belajar yang disebut Nyantrik. Nyantrik adalah proses belajar hebat dengan orang hebat. Anak-anak akan datang ke perusahaan besar dan mengajukan diri menjadi karyawan magang. Jangan tanya magang jadi apa ya, mereka magang jadi apa aja. Ngepel, membersihkan kamar mandi, apapun. Mereka pun tidak meminta gaji. Yang penting, mereka diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dengan pemimpin perusahaan atau seorang yang ahli setiap hari selama magang.

9. Hal terpenting yang harus dibangun oleh sebuah keluarga adalah kesamaan visi antara suami dan istri. That’s why milih jodoh itu harus teliti. Hehe. Satu cinta belum tentu satu visi, tapi satu visi pasti satu cinta :P

10. Punya kurikulum yang keren, di mana fondasinya adalah iman, akhlak, adab, dan bicara.

11. Di-handle oleh ibu kandung sebagai pendidik utama. Ibu bertindak sebagai ibu, partner, teman, guru, semuanya.

Daaaan masih banyak lagi. Teman-teman yang tertarik bisa kepo twitter ibu @septipw atau gabung dan ikut kuliah online tentang keiburumahtanggaan di ibuprofesional.com.

Hhhhmmm. Gimana? Profesi ibu rumah tangga itu profesi yang keren banget bukan? Ia adalah kunci awal terbentuknya generasi brilian bangsa. Saya ingat cerita Ibu Septi di awal kondisi beliau menjadi ibu rumah tangga. Saat itu beliau iri melihat wanita sebayanya yang berpakaian rapi pergi ke kantor sedangkan beliau hanya mengenakan daster. Jadilah beliau mengubah style-nya. Jadi Ibu rumah tangga itu keren, jadi tampilannya juga harus keren, bahkan punya kartu nama dengan profesi paling mulia: housewife. So, masih zaman berpikiran bahwa ibu rumah tangga itu sebatas sumur, kasur, lalala yang haknya terinjak-injak dan melanggar HAM? Duh please,  housewife is the most presticious  career for a woman, right? Tapi semuanya tetap pilihan. Dan setiap pilihan punya konsekuensi :) Jadi apapun kita, semoga tetap menjadi pendidik hebat untuk anak-anak generasi bangsa.

Setelah mengikuti sesi tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa seminar kepemudaan tidak melulu bahas tentang organisasi, isu-isu negara, dan lain-lain yang biasa dibahas. Pemuda juga perlu belajar ilmu parenting untuk bekal dalam mendidik generasi penerus bangsa ini. Bukankah dari keluarga karakter anak itu terbentuk?

Wallahualambisshawab. Semoga ada yang bisa diambil pelajaran.